Data Center - Cloud - Monitoring Solutions

Daya Cipta Mandiri Solusi

Kemampuan, Kreasi untuk Kemandirian memberikan Solusi terbaik.

Data Center, Cloud dan Monitoring

Dunia bergerak sangat cepat, kami berusaha mengikutinya dan berikan yang terbaik.

Kemampuan untuk terus belajar dan berkarya

Kami berikan yang terbaik melalui terus berinovasi, belajar hal baru dan berkarya bersama.

Kami melayani Happy Customer

Tujuan kami, membuat Customer puas dengan layanan kami.

Kami terus belajar, menyiapkan diri Go Global

Kami terus belajar, menempuh mimpi kami, melayani customer global.

Thursday, October 25, 2018

Usung 25 Brand, Taiwan Tawarkan Solusi Pengembangan Smart City di Indonesia


Dalam perhelatan yang sama, Taiwan juga menggelar Seminar “Efficiency Formula for Smart City”





JAKARTA, JITUNEWS.COM – Untuk kedua kalinya, Paviliun Taiwan Excellence berpartisipasi dalam pameran Communic Indonesia 2018.
Kali ini, Taiwan menampilkan keunggulan produk ICT-nya sebagai yang terbesar kedua di dunia. Adapun, pameran ini diadakan pada tanggal 24-26 Oktober 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama itu, pengunjung akan disuguhkan berbagai teknologi canggih khas buatan Taiwan.
Dalam perhelatannya ini, Paviliun Taiwan Excellence membawa 25 merek terkemuka yang mengusung solusi-solusi inovatif seperti Acer, Advantech, Apacer, Bionime, Geosatdan MSI, dll.



“Kami dari industri asosiasi sangat menantikan kehadiran Taiwan Excellence, karena kami percaya bahwa brand-brand di bawah naungan Taiwan Excellence adalah brand-brand terbaik yang ada di Taiwan,” ujar Fanky Christian, selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (ASISINDO), saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (24/10).
Dalam perhelatan yang sama, Taiwan juga menggelar Seminar “Efficiency Formula for Smart City”, dengan menghadirkan Fanky Christian dan I Gusti Bagus Baskara Nugraha, selaku peneliti Smart City Community and Innovation Center ITB, sebagai pembicara.
“Indonesia sedang mengkampanyekan Gerakan Menuju 100 Smart City, dan responnya terhadap produk teknologi kami sejauh ini sudah sangat baik. Sehingga kami harus bekerja lebih cepat lagi, untuk memperkenalkan produk-produk Taiwan Excellence di Indonesia,” ujar Danny Liao, selaku Direktur Taiwan Trade Center Jakarta.
Danny pun menambahkan, IoT bukan hanya soal personal pengguna sehari-hari saja tapi menyangkut soal kesehatan sampai transportasi publik dan lainnya.
“Kami harap solusi IoT kami bisa dibawa ke Indonesia," harapnya.


@jitunews http://jitunews.com/read/88783/usung-25-brand-taiwan-tawarkan-solusi-pengembangan-smart-city-di-indonesia#ixzz5Uz5yY2hP
Share:

Kontribusi Perusahaan Taiwan Untuk Ekosistem IoT Indonesia



Taiwan terus mengembangkan eksistensinya di dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Taiwan Excellence. Menjadi yang terbesar kedua di dunia, Taiwan Excellence untuk kedua kalinya berpartisipasi dalam Pameran Communic Indonesia di Jakarta. Mereka pun membawa 25 merek perusahaan komunikasi. Seluruhnya bersatu dan membentuk ekosisteminternet of things (IoT).
Secara umum, Taiwan hampir memiliki 20 perusahaan manufaktur yang aktif dalam pengembangan pasar di Indonesia, juga membuka kerjasama kedua negara. Di industri ICT dunia, Taiwan menempati posisi penting dan telah masuk ke pasar-pasar ekspor, seperti ke Amerika Serikat, China, EU, dan sepuluh negara ASEAN. Perusahaan-perusahaan tersebut juga melingkupi pengembangan artificial intelligence (AI), IoT dan teknologi baru di dunia komputer yang diperkirakan nilainya tahun ini mencapai US$ 220 miliar.
Berdasarkan data dari institut penelitian pasar GfK pada Januari 2018, Taiwan sangat kuat di segmen laptop gaming internasional. Data tersebut menyebutkan bahwa peringkat pertama produk laptop gaming dengan harga lebih dari US$ 1.000 per unit diduduki oleh Asus dengan pangsa pasar 22% di seluruh dunia. Sementara, saudara dekatnya Acer, menduduki posisi kelima dengan pangsa pasar 9%.
“Taiwan cukup terkenal di dunia TIK Kondisi ini yang mendorong kerjasama antara Taiwan dan Indonesia,” ujar Fanky, Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (ASISINDO).
Melalui pameran ini, Taiwan banyak menampilkan beragam teknologi yang mereka miliki, khususnya yang mendukung ekosistem kota pintar di Indonesia. Di sini, Taiwan Excellence juga mengundang perwakilan dari Geosat Aerospace & Tech yang berbagi soal kondisi industri komunikasi di Taiwan dan mendeskripsikan kerjasama antara Indonesia dengan Taiwan.
Editor: Sigit Kurniawan
sumber: http://marketeers.com/kontribusi-perusahaan-taiwan-untuk-ekosistem-iot-indonesia/
Share:

Sunday, October 21, 2018

Ketika Teknologi Membantu Menaikkan Omzet Pedagang Tanah Abang

TANAH Abang merupakan pusat grosir terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Pasar yang ada sejak 30 Agustus 1735 tersebut menjual berbagai macam produk tekstil mulai dari busana muslim hingga kain. Nilai transaksi yang ada di sana pun fantastis yakni mencapai Rp200 miliar dengan lebih dari 30 ribu pedagang. Sejak zaman dahulu, sistem penjualan yang dilakukan oleh para pedagang di Tanah Abang adalah penjualan secara offline.
Maraknya jual beli barang secara online terasa menggerus keberadaan para pedagang di Tanah Abang. Jika mereka tak melakukan inovasi, perlahan-lahan usaha mereka akan habis oleh pedagang online. Tak ingin nasib Tanah Abang sama seperti mal-mal besar yang tutup, salah satu pengelola gedung peduli tentang hal tersebut.
pasar
Perlunya asistensi bagi pedagang offline menuju online. (Foto: Pexels/Burst)
Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) pun menfasilitasi para pedagang Tanah Abang di blok B untuk bisa menjual produknya secara online. Dengan tajuk from offline to online para pengusaha Tanah Abang diajarkan untuk mengubah platform penjualan dari offline menjadi online.
Tren from offline to online sebenarnya telah berlaku secara global sejak 2016. Sayangnya para pengusaha Indonesia tidak terlalu care dengan sistemnya. “Yang menarik bagaimana menjaga pengusaha offline supaya bisa online. Umumnya pedagang offline sudah stabil secara ekonomi karena harga sewa kios di Tanah Abang cukup tinggi,” ujar Ketua APTIKNAS, Soegiharto Santoso.
soegiharto santoso
Soegiharto Santoso mengajak pengusaha offline ke online. (Foto: MP/Dickie Prasetia)
Kendala yang dihadapi adalah banyak pengusaha lama yang sudah berumur dan tak mengerti online. Mereka coba membantu para pedagang offline yang tak paham teknologi supaya mereka bisa menjual produk secara online. Untuk mendukung from offline to online di pasar Tanah Abang blok B, mereka menyediakan fasilitas Online Sales Assistant (OAS). OAS terdiri dari generasi milenial yang siap membantu para pedagang offline. Para pengusaha UMKM datang ke OAS untuk memfoto produk mereka kemudian menaikkan produk mereka di sosial media dan blog.
“Sayangnya ada beberapa pedagang yang mengeluh sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli blog tetapi produknya tetap tak laku. Untuk itu kami juga menyediakan market place. Dalam hal ini kami bekerjasama dengan Bukalapak,” urainya.
pasar
Adanya marketplace yang membantu pedagang menjual barangnya. (Foto: Pexels/Min An)
APTIKNAS meminta pedagang blok B Tanahg Abang untuk menjual barangnya di market place supaya mereka merasakan manisnya berjualan secara online. Dengan adanya market place mereka bisa menjangkau konsumen lebih luas. Ada beberapa pengusaha di Tanah Abang sangat bergantung dengan tim OAS, ada pula beberapa pedagang yang bisa menjual barangnya secara mandiri.Dari penjualan secara online tersebut, keuntungan yang didapat pedagang Blok B Tanah Abang naik mencapai Rp500 ribu hingga Rp1.2 juta. (avia)
sumber: https://merahputih.com/post/read/ketika-teknologi-membantu-menaikan-omzet-pedagang-tanah-abang
Share:

Wednesday, October 17, 2018

Pelatihan UKM Goes Online - StartSmeUp - iReapPOS - Apps2u 16 Okt 2018 Blok B Tanah Abang

Bertempat di Ruang Serbaguna Blok B Tanah Abang, Pihak Pengelola dan StartSmeUp.ID - sebagai divisi dari PT Daya Cipta Mandiri Solusi, anggota Asosiasi Pengusaha TIK Nasional, kembali mengadakan kegiatan Pelatihan / Workshop UKM Goes Online.

Kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahun lalu di tempat yang sama, yang semula melibatkan Bukalapak. Kali ini melibatkan 2 anggota APTIKNAS, dengan produk unggulan mereka untuk membantu UKM, yaitu : iReapPOS (Aplikasi Point of Sales) dan Apps2U (Platform online membuat apps).

Hadir dalam kesempatan kali ini, Ibu Bevi Linawati selaku BM Pengelola Mal Blok B Tanah Abang, Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso, Ketua DPD DKI APTIKNAS Fanky Christian, dan juga tamu dari luar jakarta, Tritan (DPD APTIKNAS JATIM) dan Mr. Tao (INSPUR China).


Foto. Suasana Blok B Tanah Abang, selaku pusat fashion terbesar Indonesia, yang telah efektif menerapkan Offline to Online (O2O). Tampak dalam gambar toko yang merupakan pedagang O2O.


Pihak pengelola menyediakan 1 kiosk untuk membantu tenant dalam mengelola bisnis online nya. Dan APTIKNAS melalui StartSmeUp.ID terlibat aktif di dalamnya.




Suasana di dalam Kiosk Kreatif, ada komputer, Manekin (ruang studio), dan proyektor untuk training dan pelatihan UKM Goes Online. Kiosk Kreatif terletak di Lantai 5.


Para pembicara yang hadir (ki-ka) : Ketua DPD DKI APTIKNAS Fanky Christian, CEO PT Sterling Tulus Cemerlang Andy Djojo , Hesty , Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso, GM Blok B Tanah Abang Bevi Linawati , DPD APTIKNAS JATIM Tritan , INSPUR China Mr. Tao.


Foto bersama para peserta yang hadir dalam sesi 1.

Sesi pertama membahas penggunaan Point of Sales berbasis aplikasi Android yang dikembangkan oleh iReapPOS.



Sesi kedua membahas pembuatan Apps dengan menggunakan platform aplikasi Apps2U





Semua peserta sangat antusias mendengarkan dan bertanya mengenai aplikasi-aplikasi ini dan sangat berguna bagi pengembangan usaha mereka.

Nantikan training UKM Goes Online berikutnya.



Share:

Monday, October 15, 2018

Kami menerima Sertifikat PLATINUM Partner PRTG untuk Indonesia

Bersamaan dengan Yearly Meeting PRTG , kami melakukan customer visit dan meeting di kantor Pusat PAESSLER di kota Nuremberg , Jerman.

Hadir bersama dengan kami, customer dari Paessler, yaitu BAKTI Kominfo dan ITB yang selama ini melakukan analisa data atas PRTG yang terpasang.

Dalam kesempatan yang sama, kami juga menerima sertifikat Platinum Partner PRTG



Sertifikat ini membuat kami satu-satunya Platinum Partner di Indonesia.

Dan kami juga menyerahkan kenang-kenangan, berupa Becak. Becak yang merupakan alat transportasi Jakarta, menunjukkan betapa usaha kami (berkeringat) untuk membantu mengembangkan PRTG di Indonesia, dan kami berusaha terus melangkah maju.

Dan diterima dengan baik oleh CEO Paessler.



Kami sangat senang menerima sertifikat ini, dan ini juga menjadikan perusahaan kami sebagai satu-satunya training partner PRTG di Indonesia.


Share:

Saturday, October 6, 2018

Pelatihan UKM Goes Digital di Blok B Tanah Abang 16 Okt 2018

Geliat para pedagang UKM untuk gunakan media online didukung penuh oleh pengelola Blok B Tanah Abang yang merupakan member dari Agung Podomoro Group.

Bersama dengan Pihak Pengelola Mal Blok B Tanah Abang Jakarta, APTIKNAS melalui salah satu anggotanya - StartSmeUp.ID akan mengadakan pelatihan terkait.

Adapun StartSmeUp.ID merupakan salah satu startup binaan PT Daya Cipta Mandiri Solusi (www.dayaciptamandiri.com)

Kegiatan ini akan menampilkan 2 anggota APTIKNAS terkait aplikasi POS System IReapPOS (www.ireappos.com)  dan platform untuk buat aplikasi Apps mandiri Apps2U (www.apps2u.id)

1. Menggunakan Point of Sales (POS) System / Kasir Elektronik



2. Membuat Apps Android / Iphone dengan Apps2U





Nantikan terus kegiatan kami untuk membantu UKM gunakan TIK.


Share:

Search