• Breaking News

    Ketika Teknologi Membantu Menaikkan Omzet Pedagang Tanah Abang

    TANAH Abang merupakan pusat grosir terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Pasar yang ada sejak 30 Agustus 1735 tersebut menjual berbagai macam produk tekstil mulai dari busana muslim hingga kain. Nilai transaksi yang ada di sana pun fantastis yakni mencapai Rp200 miliar dengan lebih dari 30 ribu pedagang. Sejak zaman dahulu, sistem penjualan yang dilakukan oleh para pedagang di Tanah Abang adalah penjualan secara offline.
    Maraknya jual beli barang secara online terasa menggerus keberadaan para pedagang di Tanah Abang. Jika mereka tak melakukan inovasi, perlahan-lahan usaha mereka akan habis oleh pedagang online. Tak ingin nasib Tanah Abang sama seperti mal-mal besar yang tutup, salah satu pengelola gedung peduli tentang hal tersebut.
    pasar
    Perlunya asistensi bagi pedagang offline menuju online. (Foto: Pexels/Burst)
    Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) pun menfasilitasi para pedagang Tanah Abang di blok B untuk bisa menjual produknya secara online. Dengan tajuk from offline to online para pengusaha Tanah Abang diajarkan untuk mengubah platform penjualan dari offline menjadi online.
    Tren from offline to online sebenarnya telah berlaku secara global sejak 2016. Sayangnya para pengusaha Indonesia tidak terlalu care dengan sistemnya. “Yang menarik bagaimana menjaga pengusaha offline supaya bisa online. Umumnya pedagang offline sudah stabil secara ekonomi karena harga sewa kios di Tanah Abang cukup tinggi,” ujar Ketua APTIKNAS, Soegiharto Santoso.
    soegiharto santoso
    Soegiharto Santoso mengajak pengusaha offline ke online. (Foto: MP/Dickie Prasetia)
    Kendala yang dihadapi adalah banyak pengusaha lama yang sudah berumur dan tak mengerti online. Mereka coba membantu para pedagang offline yang tak paham teknologi supaya mereka bisa menjual produk secara online. Untuk mendukung from offline to online di pasar Tanah Abang blok B, mereka menyediakan fasilitas Online Sales Assistant (OAS). OAS terdiri dari generasi milenial yang siap membantu para pedagang offline. Para pengusaha UMKM datang ke OAS untuk memfoto produk mereka kemudian menaikkan produk mereka di sosial media dan blog.
    “Sayangnya ada beberapa pedagang yang mengeluh sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli blog tetapi produknya tetap tak laku. Untuk itu kami juga menyediakan market place. Dalam hal ini kami bekerjasama dengan Bukalapak,” urainya.
    pasar
    Adanya marketplace yang membantu pedagang menjual barangnya. (Foto: Pexels/Min An)
    APTIKNAS meminta pedagang blok B Tanahg Abang untuk menjual barangnya di market place supaya mereka merasakan manisnya berjualan secara online. Dengan adanya market place mereka bisa menjangkau konsumen lebih luas. Ada beberapa pengusaha di Tanah Abang sangat bergantung dengan tim OAS, ada pula beberapa pedagang yang bisa menjual barangnya secara mandiri.Dari penjualan secara online tersebut, keuntungan yang didapat pedagang Blok B Tanah Abang naik mencapai Rp500 ribu hingga Rp1.2 juta. (avia)
    sumber: https://merahputih.com/post/read/ketika-teknologi-membantu-menaikan-omzet-pedagang-tanah-abang

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad